jump to navigation

Desember 31, 2010

Posted by yo2yogaswara in Uncategorized.
add a comment

KATA PENGANTAR

 

               Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan nikmat, rahmat, hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad Rasulullah SAW, yang telah membimbing dan mengarahkan hidup kita melalui sunnahnya ke jalan yang diridhai Allah SWT.

               Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, Tim Jaringan  kurikulum SDN Baros Mandiri 5 bisa menyelesaikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang mengisyaratkan tersusunnya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di SDN Baros Mandiri 5.

               Kami menyadari dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP) ini masih banyak kekurangan, karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dan bimbingan dari Tim Jarkum Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga Kabupaten Bandung Barat .

               Demikianlah penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP) ini, mudah-mudahan menjadi terobosan baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SDN Baros Mandiri 5 sehingga bisa melahirkan generasi bangsa yang berkualitas.

Penyusun

SDN Baros Mandiri 5

BAB I 

PENDAHULUAN

 

A.     Latar Belakang

Tujuan Pendidikan Nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka  mencerdaskan kehidupan bangsa serta untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Untuk dapat tercapainya tujuan dimaksud dilaksanakan melalui lembaga formal maupun non formal dengan menggunakan pola Kurikulum. Kurikulum itu sendiri adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu sesuai dengan Undang –Undang Nomor 20 tahun 2003  Tentang Sistem Pendidikan Nasional

 Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondertentisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan. Dua dari delapan standar nasional pendidikan tersebut yaitu standar isi dan standar kompetensi lulusan merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

      Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada Standar Isi dan Standar Kelulusan serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Selain itu penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam Undang-Undang No  20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005.

Landasan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP) adalah :

a.       Undang-Undang  No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

b.      Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP),

c.        Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.22 tahun 2006 tentang  Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

d.      Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,

e.       Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.24 tahun 2006 Tentang Pelaksanaan

f.        Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  No.22 tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,

g.       Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.23 Tahun  2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,

            g.   Panduan Penyusunan KTSP yang disusun BNSP.

      SDN Baros Mandiri 5 yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 150 Kota Cimahi yang berdiri tahun 1947 memiliki luas tanah dan bangunan 620 M3  Jumlah rombongan belajar kelas 1 sebanyak 4 rombel, kelas 2 sebanyak 4 rombel, kelas 3 sebanyak 4 rombel, kelas 4 sebanyak 3 rombel, kelas 5 sebanyak 3 rombel dan kelas 6 sebanyak 3 rombel, selain itu SDN Baros Mandiri 5 memiliki ruang Kepala Sekolah, ruang Guru, ruang Tata Usaha, UKS, dan musholla,. Jumlah tenaga guru dan tenaga kependidikan PNS ada 28 orang, , guru honor 14 orang, dan staf  Tata Usaha 1 orang yang merangkap sebagai guru.

Keunggulan yang dimiliki SDN Baros Mandiri 5 adalah lokasi bangunan sekolah yang strategis, kualifiksi guru 99 % adalah S1, kemauan dan kemampuan guru-guru muda sangat aspiratif terhadap pengembangan mutu, infrastruktur untuk pengembangan seni budaya sunda berupa angklung dan karawitan, fasilitas multi media,  dan ditopang oleh kualifikasi pendidikan yang meyakinkan, kesadaran guru dan staf tata laksana dalam mengelola sekolah dan melayani kebutuhan siswa (orang tua), sudah memiliki visi, misi dan strategis yang jelas, mempunyai tujuan proses dan out-put yang baik.

Adapun kelemahannya adalah diantaranya sarana dan fasilitas pendukung proses pembelajaran belum memadai, masih terdapat guru yang belum memenuhi kualifikasi dan berkelayakan, tenaga tata laksana yang hanya satu orang , input siswa dengan nilai rata-rata rendah.

Selanjutnya SDN Baros Mandiri 5 memiliki peluang antara lain perhatian Dinas Pendidikan Kota Cimahi cukup tinggi dan dengan digulirkannya KTSP memberikan peluang kepada SDN Baros Mandiri 5 untuk meningkatkan kualitas lulusan serta mengubah status sekolah.

Namun demikian, terdapat beberapa ancaman yang perlu diwaspadai diantaranya letak sekolah dekat dengan pusat keramaian kota sehingga mengganggu proses pembelajaran, daya saing pendidikan tingkat sekolah dasar  di kabupaten Bandung Barat terutama di kecamatan Cimahi cukup tinggi.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka SDN Baros Mandiri 5 menganggap perlu untuk menyusun KTSP sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan.

  1. Tujuan Penyusunan KTSP

KTSP disusun sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

  1. Prinsip Pengembangan KTSP

KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Provinsi untuk pendidikan menengah. Pengembangan KTSP mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh Dinas Pendidikan Provinsi, dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP.

KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. 1.       Berpusat pada potensi, pengembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlakul karimah, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, pengembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran pada peserta didik.

  1. 2.       Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan berkesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.

3.  Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

  1. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

  1. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

  1. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik, agar mampu dan mau belajar yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, non formal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah perkembangan manusia seutuhnya.

  1. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan daerah untuk membangun kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan moto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH

A. Tujuan Pendidikan 

 Tujuan pendidikan dasar dan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut

VISI

Membentuk Manusia Yang Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berbudi Luhur, Cerdas, Terampil dan Mandiri

MISI

       Menanamkan keyakinan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

       Membentuk sikap dan perilaku siswa dengan membudayakan senyum, sapa, salam, sopan dan santun (5S).

       Meningkatkan hubungan yang harmonis  antar siswa dengan mengembangkan keamanan, kebersihan, keindahan, ketertiban dan kekeluargaan (5K).

       Mengoptimalkan proses belajar mengajar dan menerapkan IPTEK, Seni Budaya, Olahraga, dan Bahasa yang sesuai dengan minat dan bakat siswa.

MOTTO

BERPRESTASI MENUJU JATI DIRI MANDIRI

MENGAKAR PADA BUDAYA BANGSA

  1. A.    Tujuan
  2. Meningkatkan pendidikan agama pada siswa agar memiliki kemantapan Aqidah, kemantapan Ibadah, keluhuran dan kemuliaan Akhlak.
  3. Meningkatkan prestasi pembelajaran untuk setiap mata pelajaran
  4. Unggul dalam berbagai perlombaan atau pertandingan baik tingkat gugus maupun tingkat kabupaten serta membekali peserta didik dalam kemandirian sebagai bekal dimasa depannya
  5. Mencetak peserta didik dalam IMTAQ dan IPTEK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

            Untuk mewujudkan Visi, Misi, dan Tujuan Pendidikan disusunlah struktur dan muatan kurikulum yang merupakan acuan bagi penyelenggara pendidikan di SDN Baros Mandiri 5.

Komponen Kelas dan Alokasi Waktu
1 2 3 4 5 6
A. Mata Pelajaran            
1.   Pendidikan Agama 2 2 3 3 3 3
2.   Pendidikan      Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2
3.   Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4 4
4.   Matematika 4 4 4 4 4 4
5.   Ilmu Pengetahuan Alam 4 4 4 4 4 4
6.   Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4 4 4 4
7.   Seni Budaya 4 4 4 4 4 4
8.   Pendidikan Jasmani, Olahraga dan       Kesehatan 2 2 3 3 3 3
B. Muatan Lokal            
1. Bahasa Sunda 2 2 2 2 2 2
2. Bahasa  Inggris 2 2 2 2 2 2
C. Pengembangan Diri            
1.  Pembiasaan     1 1 1 1
2.  Pencak Silat     2 2 2 2
3.  Pramuka     2 2 2 2
4.  Komputer     2* 2* 2* 2*
5.  Karawitan     2* 2* 2* 2*
6.  Seni Tari     2* 2* 2* 2*
             
JUMLAH 30 30 39 39 39 39
  1. A.           Struktur Kurikulum

 

  1. B.           Muatan Kurikulum

SDN Baros Mandiri 5 Cimahi melaksanakan kurikulum yang meliputi mata pelajaran wajib dan muatan lokal.

  1. 1.     Mata Pelajaran Wajib

            Pendidikan Agama

            Pendidikan Kewarganegaraan

            Bahasa Indonesia

            Matematika

            Ilmu Pengetahuan Alam

            Ilmu Pengetahuan Sosial

            Seni Budaya

            Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

            Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi

  1. 2.     Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Mengingat masyarakat daerah Jawa Barat mayoritas orang Sunda, maka sudah menjadi keputusan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk muatan lokal di Jawa Barat adalah Bahasa Sunda.

                  Disamping menyelenggarakan pelajaran wajib dan muatan lokal yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat, SDN Baros Mandiri 5 juga menyelenggarakan muatan lokal Bahasa Inggris.

 2.1 Pendidikan Bahasa Sunda 

Pendidikan Bahasa Sunda adalah salah satu bagian dari muatan lokal yang mengacu pada keadaan lingkungan  atau daerah, yang merupakan warisan atau leluhur kebudayaan nenek moyang pasundan. Penyampaian bahasa Sunda ini bertujuan membantu siswa dalam membentuk kebiasaan hidup dan alat komunikasi sehari-hari, pemahaman, dan pembiasaan sehingga siswa dapat :

a. menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang baik

b. mengembangkan kebiasaan hidup sesuai dengan norma yang berlaku

c. memahami pentingnya keakraban dengan bahasa sesuai dengan tingkatannya.

d. menumbuhkan sikap positif terhadap peraturan yang berlaku

Mata pelajaran ini disajikan dengan alokasi  2 jam pelajaran atau 2 x 40 menit perminggu. Dan diajarkan kepada siswa kelas 1, 1I dan 6

2.2 Pendidikan Bahasa Inggris

Pendidikan Bahasa Inggris adalah salah satu bagian dari muatan lokal yang mengacu pada program pengembangan wawasan berbahasa Internasional. Penyampaian bahasa ini bertujuan membantu siswa dalam menguasai bahasa asing dan alat komunikasi sehari-hari, pemahaman, dan pembiasaan sehingga siswa dapat :

a. Menguasai Bahasa Inggris dengan baik dan benar

b.  Memahami pentingnya keakraban dengan bahasa sesuai dengan tingkatannya.

Mata pelajaran ini disajikan dengan alokasi  2 jam pelajaran atau 2 x 35 menit perminggu. Dan diajarkan kepada siswa kelas 1 sampai kelas 6.

  1. 3.     Pengembangan Diri

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau oleh konselor, guru atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan pengebangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan social, belajar dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan kepramukaan, kepemimpinan dan kelompok ilmiah remaja.

Adapun untuk kegiatan pengembangan diri meliputi :

  1. Seni  : Karawitan
  2. Life Skill : Komputer
  3. Kepemimpinan : Pramuka
  4. Olah Raga : Bola Voly, Tae kwon do, Futsal
  5. Kegiatan yang dilakukan Guru BP/BK menangani peserta didik baik yang mempunyai masalah maupun yang berprestasi.

 

DAFTAR PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI

DI SEKOLAH DASAR  BAROS MANDIRI 5

No Jenis kegiatan Pembina/ pembimbing Tempat  Pelaksanaan Waktu
1.   Kegiatan kesenian :   1) Karawitan  Sunda

   2) Seni Tari

 

Yoyo

Sanggar Seni Siang
2. Kegiatan Olah Raga :   1) Pencak Silat

   2) Futsal

   3) Bola Voli

 

Teni Kuswartina, S.Pd.

Pedrik Andika, S.Pd.

Lisyati, AMa.Pd.

Supriawati, Ama.Pd.

 

Lapang sekolah

 

Pagi

3. Komputer  Yoyo Ruang TU Siang
4. Kegiatan Kepemimpinan1) Pramuka Yoyo

Ivan Supangat

Karso

Taovan A.R.

Anita K.

Ruang kelas

Lapangan

Pagi/

Siang

 

4. Standar kompetensi lulusan mata pelajaran  di SDN Baros Mandiri 5

    a. Pendidikan agama Islam

        1. Menerapkan tata cara  membaca  Al Quran  menurut tajwid mulai dari cara

            membaca Al syamsiyah dan  Al qomariyah   sampai  k epada   menerapkan

            hokum bacaan mad dan wakaf

        2. Meningkatkan  pengenalan   dan  keyakinan   terhadap  aspek-aspek  rukun

            iman , mulai dari iman kepada Allah sampai kepada  iman pada  qadha dan

            qadar serta asmaul Husna

        3. Menjelaskan   dan   membiasakan   perilaku   terpuji   seperti  qanaah   dan

            tasawuh serta menjauhkan diri dari perilaku tercela seperti  ananiah, hasad,

            ghadab dan namimah

  1. Menjelaskan tata cara mandi wajib dan shalat-shalat munfarid dan jamaah baik shalat wajib maupun shalat sunat
  2. Memahami dan meneladani sejarah nabi Muhamad dan para sahabat  serta

menceritakan sejarah masuk dan berkembangnya islam di nusantara

    b. Pendidikan kewarganegaraan

        1.   Memahami dan menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma kebiasaan , adapt istiadat , dan peraturan , dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

         2. Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia sesuai dengan suasana kebatinan konstitusi pertama

         3.   Menghargai perbedaan dan kemerdekaan dalam mengemukakan pendapat dengan bertanggung jawab

         4. Menampilkan perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

      5.   Menunjukkan sikap positif terhadap pelaksanaan kehidupan demokrasi dan kedaulatan rakyat

         6.   Menjelaskan makna otonomi daerah dan hubungan antara pemerintan pusat dan daerah

         7.   Menunjukkan sikap kritis dan apresiatif terhadap dampak globalisasi

         8. Memeahami prestasi diri untuk berprestasi sesuai dengan keindividuannya

    c. Bahasa Indonesia

        1. Mendengarkan

            Memahami wacana lisan dalam kegiatan wawancara, pelaporan, penyampaian berita radio/TV, dialog interaktif, pidato, khotbah/ceramah dan pembacaan berbagai karya sastra berbentuk dongeng, puisi, novel remaja, syair, kutifan dan synopsis novel.

        2. Berbicara

            Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, pengalaman, pendapat, dan komentar dalam kegiatan wawancara, presentasi laporan, diskusi, protokoler, dan pidato, serta dalam berbagai karya sastra berbentuk cerita pendek, novel remaja, puisi dan drama

         3. Membaca

             Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami berbagai bentuk wacana tulis, dan berbagai karya sastra berbentuk puisi, ceriata pendek, drama, novel remaja, antologi puisi, novel dari berbagai angkatan

        4. Menulis

            Melakukan berbagai kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk buku harian, surat pribadi, pesan singkat , laporan ,surat dinas , petunjuk, rangkuman, teks berita, slogan, poster, iklan baris, resensi, karangan, karya ilmiah sederhana, pidato, surat pembaca, dan berbagai karya sastra berbentuk pantun, dongeng, puisi, drama, puisi dan cerpen.

   d. Bahasa Inggris

        1. Mendengarkan

            Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional sederhana, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report, dalam konteks kehidupan seahari-hari

        2. Berbicara

            Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional sederhana, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report, dalam konteks kehidupan sehari-hari

        3. Membaca

            Memahami makna dalam wacana tertulis interpersonal dan transaksional sederhana, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report, dalam konteks kehidupan sehari-hari

       4. Menulis

           Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional sederhana secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report, dalam konteks kehidupan sehari-hari

    e. Matematika

        1. Memahami konsep bilangan real, operasi hitung dan sifat-sifatnya (komutatif, asosiatif, distributive), barisan bilangan sederhana (barisan aritmetika dan sifat-sifatnya), serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 

        2. Memahami konsep aljabar meliputi : bentuk aljabar dan unsur-unsurnya ,   persamaan dan pertidaksamaan linear serta penyelesaiannya, himpunan dan operasinya, relasi, fungsi dan grafiknya, system persamaan linear dan penyelesaiannya, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah

       3. Memahami bangun-bangun geometri, unsure-unsur dan sifat-sifatnya, ukuran dan pengukurannya, meliputi hubungan antar garis, sudut (melukis sudut dan membagi sudut), segitiga (termasuk melukis segitiga) dan segi empat, teorema Pythagoras, lingkaran (garis singgung sekutu, lingkaran luar dan lingkaran dalam segitiga dan melukisnya), kubus, balok, prisma, limas dan jarring-jaringnya, kesebangunan dan kongruensi, tabung, kerucut, bola, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah

      4.   Memahami konsep data, pengumpulan data dan penyajian data (dengan  table, gambar, diagram, grafik), rentangan data, rerata hitung, modus dan median, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah

      5.   Memahami konsep ruang sample dan peluang kejadian, serta memamfaatkan dalam pemecahan masalah

      6.   Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan

      7.  Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta mempunyai kemampuan kerjasama            

    f. Ilmu Pengetahuan Alam

         1.   Melakukan pengamatan dengan peralatan yang sesuai, melaksanakan   percobaan sesuai prosedur, mencatat hasil pengamatan dan pengukuran dalam table dan grafik yang sesuai, membuat kesimpulan dan mengkomukasikannya secara lisan dan tertulis sesuai dengan bukti yang diperoleh.

      2.   Memahami keaneka ragaman hayati, klasifikasi keragamannya berdasarkan cirri, cara-cara pelestariannya, serta saling ketergantungan antara mahluk hidup di dalam ekosistem

        3.    Memahami system organ pada manusia dan kelangsungan mahluk hidup

        4.    Memahami konsep partikel materi, berbagai bentuk, sifat dan wujud zat,  perubahan , dan kegunaannya

        5.    Memahami konsep gaya, usaha, energi, getaran gelombang, optic, listrik, magnet dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

        6.    Memahami system tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya

    g. Ilmu Pengetahuan Sosial

1.   Mendeskripsikan keanekaragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan

2.   Memahami proses interaksi dan sosialisasi dalam pembentukan kepribadian manusia

3.  Membuat sketsa dan peta wilayah serta menggunakan peta, atlas, dan globe untuk mendaptkan informasi keruangan

4.   Mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi geosfer dan dampaknya terhadap kehidupan

5.   Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayan, dan pemerintahan sejak Pra-Aksara, Hindu Budha, sampai masa Kolonial Erofa 

6.   Mengidentifikasikan upaya penanggulangan permasalahan kependudukan dan lingkungan hidup dalam pembangunan bekelanjutan

7.   Memahami proses kebangkitan nasional, usaha persiapan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia

8.   Mendeskrifsikan perubahan sesial-budaya dan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan, serta mengidentifikasi berbagai penyakit social sebagai akibat penyimpangan sosial dalam masyarakat, dan upaya pencegahannya.

9.   Mengidentifikasi region-region di permukan bumi berkenaan dengan pembagian permukaan bumi atas benua dan samudera, keterkaitan unsure-unsur geografi dan penduduk, serta ciri-ciri Negara maju dan berkembang

10. Mendeskrifsikan perkembangan lembaga internasional, kerjasama internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama dan perdagangan internasional serta dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

11. Mendeskrifsikan manusia sebagai makhluk social dan ekonomi serta mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam memenuhi kebutuhannya

12. Mengungkapkan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi berupa kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi barang / jasa untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan.

   h.  Seni Budaya

         Seni rupa

1.   Mengapresiasi dan mengepresikan karya seni rupa terapan melalui gambar bentuk obyek tiga dimensi yang ada didaerah setempat

2.   Mengapresiasi dan mengepresikan karya seni rupa terapan melalui gambar / lukis, karya seni grafis dan kriya tekstil batik didaerah nusantara

3.   Mengapresiasi dan mengepresikan karya seni rupa murni yang dikembangkan  dari beragam dari unsur seni rupa Nusantara  dan mancanegara

        Seni Musik

1.   Mengapresiasi dan mengepresikan karya seni musik lagu daerah setempat secara perseorangan dan berkelompok

2.  Mengapresiasi dan mengepresikan karya seni musik lagu tradisional nusantara secara perseorangan dan kelompok

3.  Mengapresiasi dan mengepresikan karya seni musik lagu mancanegara secara perseorangan dan kelompok

Seni Tari

1.   Mengapresiasi dan mengepresikan karya seni tari tunggal dan berpasangan / kelompok terhadap keunikan seni tari daerah setempat

2.   Mengapresiasi dan mengepresikan karya seni tari tunggal dan berpasangan / kelompok terhadap keunikan sen tari Nusantara

3.   Mengapresiasi dan mengepresikan karya seni tari tunggal dan berpasangan / kelompok terhadap keunikan sen tari Mancanegara

i.       Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan

         1.  Mempraktekkan variasi dan kombinasi teknik dasar permainan, olah raga

serta atletik dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

         2.  Memperaktekan senam lantai dan irama dengan alat dan tanpa alat

         3.   Memperaktekan teknik renang dengan gaya dada, gaya bebas, dan gaya punggung

         4.   Memperaktekan teknik kebugaran dengan jenis latihan beban menggunakan alat sederhana

         5.   Memperaktekan kegiatan-kegiatan di luar kelas seperti melakukan perkemahan, penjelajahan alam sekitar dan piknik

         6.   Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari seperti perawatan tubuh serta lingkungan, mengenal berbagai penyakit dan cara pencegahannya serta menjauhi narkoba

j.       Teknologi Informasi dan Komunikasi

1.   Memahami penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, dan prospeknya dimasa dating

2.   Menguasai dasar-dasar keterampilan computer

3.   Menggunakan perangkat pengolah kata dan pengolah angka untuk menghasilkan dokumen sederhana

4. Memahami prinsip dasar interenet/intranet dan menggunakannya untuk memperoleh informasi

  1. 6.     Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar yang ditentukan di SDN Baros Mandiri 5 adalah sebagai berikut:

  1. Beban belajar di SDN Baros Mandiri 5 Cimahi yang digunakan adalah system paket baik kategori standar maupun mandiri
  2. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan 30 dan 35 menit per jam mata pelajaran baik pada semester ganjil maupun genap. Selanjutnya SDN Baros Mandiri 5 Cimahi menambah 6 jam pelajaran per minggu ,tambahan pelajaran muatan lokal. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum didalam standar isi.
  3. Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SDN Baros Mandiri 5 Cimahi adalah 0 %-50 % dari kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.

Beban belajar kegiatan tatap muka keseluruhan di SDN Baros Mandiri 5 sebagaimana tertera pada tabel berikut :

            Tabel Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka di SDN Baros Mandiri 5

Satuan Pendidikan Kelas Satu jam pemb. Tatap muka (menit) Minggu

Efektif per minggu

Waktu

Pembelajaran

Per tahun ajaran

Waktu pembelajaran pertahun Jumlah jam (@ 60 menit)
SEKOLAH DASAR BAROS MANDIRI 5 1-2 30 32 34-38 2088-2226 jam pembelajaran (43520-48640 menit) 726-822

(3520:6048640: 60)

SEKOLAH DASAR BAROS MANDIRI 5 3-6 40 36 36 36×36=1296

40x36x36= 51840

51840:60=864

 

  1. 7.     Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam satu kompetensi dasar berkisar antara 0 – 100% sesuai dengan keadaan di SDN Baros Mandiri 5 Cimahi. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal  dengan mempertimbangkan kemampuan, baik sumber daya manusia maupun sarana penunjang yang tersedia, maka ditetapkanlah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) sebagai berikut :

No. Komponen KKM
A. Mata Pelajaran Wajib 1 1I 6
1 Pendidikan Agama   70 70 70
2 Pendidikan Kewarganegaraan   65 60 60
3 Bahasa Indonesia   65 68 65
4 Matematika        
5 Ilmu Pengetahuan Alam   60 60 60
6 Ilmu Pengetahuan Sosial   60 60 60
7 Pendidikan Jasmani   63 62 60
8 Keterampilan   70 65 65
9 Seni Budaya   70 70 70
10 Muatan Lokala. Bahasa Sunda

b. Bahasa Inggris

  65 65 65
11     60 60 60
12          
       
       
       
           

 

  1. 8.     Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran, siswa dinyatakan naik kelas setelah memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada masing-masing tingkatan
  2. Tidak terdapat nilai kurang dari KKM lebih dari tiga mata pelajaran
  3. Presentasi kehadiran tidak kurang dari 80% dalam satu tahun kecuali terjadi gangguan kesehatan, emosi dan mental
  4. Mencapai ketuntasan minimal pada semua indikator hasil belajar kompetensi dasar dan standar kompetensi pada semua mata pelajaran
  5. Tidak melakukan tindakan kriminal

 

  1. 9.     Kriteria Kelulusan

Dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Pasal 72 ayat 1, peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan dasar dan menengah setelah

  1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
  2. Memperoleh nilai minimal, baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia, mata pelajaran estetika, mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian serta mata pelajaran jasmani olah raga dan kesehatan
  3. Lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
  4. Lulus Ujian Nasional
  5. Tidak melakukan tindakan kriminal

 

10. Kurikulum Khusus (Yayasan)

SDN Baros Mandiri 5 menggunakan kurikulum gabungan, yaitu Kurikulum Diknas, dan Kurikulum Khusus Yayasan. Kedua kurikulum tersebut diramu menjadi satu kesatuan yang sinergis, satu dengan yang lainnya saling melengkapi sehingga muncullah model sekolah unggulan yang berkualitas yaitu SDN Baros Mandiri 5.

Yang dimaksud Kurikulum Khusus adalah kurikulum yang disusun dari: Kurikulum Pondok Pesantren, Uswah hasanah dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, pengalaman beragama, dalil-dalil naqliyah al-Qur’anul Kariim dan Sunnah Rasulullah SAW.

Pada pelaksanaannya kurikulum tersebut dilaksanakan secara terpadu sehingga merupakan satu kesatuan yang lengkap.

Adapun ciri khas (khusus) nya adalah sebagai berikut :

  1. Secara keseluruhan suasana di sekolah lebih mencerminkan suasana lingkungan pendidikan yang penuh dengan suasana yang Islami, mulai dari pakaian seragam, penataan ruang kelas dan sekolah, maupun dalam interaksi keseharian, baik antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru dan semua insan pendidikan di lingkungan Baros Mandiri 5.
  2. Pelajaran-pelajaran Diniyah ( Sejarah Kebudayaan Islam, Dienul Islam, Tahsin, Tahfidz, Tafhimul Qur’an, Ummul Qur’an) lebih sering diberikan kepada siswa, tidak hanya di dalam kelas juga di luar kelas bahkan di rumah masing-masing.
  3. Waktu belajar dimulai dari pukul 07.00 sampai pukul 15.30 WIB dan jam istirahat belajar disesuaikan dengan jadwal shalat duha dan shalat fardhu, supaya dapat melaksanakan shalat sunat duha dan shalat fardhu tepat waktu dan selalu berjamaah.
  4. Al-Qur’anul Kariim merupakan bacaan wajib setiap mulai dan mengakhiri Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan system hafalan (Tahfidz)
  5. Penguasaan hafalan Al-Qur’an sebanyak 3 Juz (Juz 28, 29, 30) ditambah dengan program tahfidz hadits, Ta’limul Qur’an (TQ) yaitu : Tahsin Al-Qur’an, Tarjamah lafadziyah, dan dasar-dasar Ulumul Qur’an, do’a-do’a harian, Hadist-hadist, Bahasa Inggrismerupakan program unggulan yang harus dikuasai siswa selama tiga tahun dengan cara bertahap dan sistematis serta terekap dalam suatu penilaian khusus.
  6. Setiap mengajarkan pelajaran  selalu diwarnai dengan memasukkan nilai-nilai agama yang Islami, baik yang berkaitan dengan aqidah, ibadah, dan akhlakul karimah sehingga suasana keislaman akan selalu terasa hangat di lingkungan siswa dan sekolah.
  7. Mengikutsertakan orangtua dalam mendidik putra-putrinya di rumah dengan cara : memperhatikan pelaksanaan ibadah shalat siswa di rumah, mengontrol pergaulannya, selalu memeriksa hasil pekerjaan siswa, berusaha untuk melengkapi fasilitas belajar yang diperlukan siswa, dan aktif memberikan informasi dan saran kepada pihak sekolah demi kemajuan bersama, ikut menilai perkembangan putra-putrinya sendiri secara kualitatif.

 

11.     Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

a.  Pendidikan  berbasis  keunggulan  lokal dan  global   adalah pendidikan

     yang memanfaatkan  keunggulan lokal  dan kebutuhan daya saing global

     dalam   aspek   ekonomi,    budaya,   bahasa,    teknologi informasi  dan

     komunikasi,  ekologi, dan  lain-lain, yang  semuanya  bermanfaat    bagi

                 pengembangan kompetensi peserta didik

            b. Kurikulum satuan pendidikan SDN Baros Mandiri 5 memasuki pendidikan berbasis keunggulan local dan global.

                 1) Lokal : Dengan keunggulan bidang agama terutama Ta’limul Qur’an dan ilmu-ilmu lainnya

                 2) Global : Dengan memasukan Bahasa Inggris dan Bahasa Inggris

            c.   Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga menjadi mata pelajaran muatan local di SDN Baros Mandiri 5

            d.   Pendidikan berbasis keunggulan lokal diperoleh peserta didik pada satuan pendidikan di SDN Baros Mandiri 5     

12.       Pendidikan Kecakapan Hidup (LIFE SKILL)

             a. Kurikulum SDN Baros Mandiri 5 Cimahi memasukan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional elektronika

             b.  Pendidikan kecakapan hidup pada SDN Baros Mandiri 5 Cimahi merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran yang direncanakan secara khusus dan selalu diintegrasikan dengan semua mata pelajaran

             c. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik yang bersangkutan dari satuan pendidikan formal dan nonformal sebagai pelengkap dan penyempurna kegiata dimaksud khususnya di SDN Baros Mandiri 5

            Dalam pengalaman belajar perlu dilatihkan kecakapan hidup atau jenis keterampilan yang dapat memberikan bekal untuk hidup siswa yang meliputi :

            1.  Kecakapan personal, yang terdiri dari :

                 Kesadaran diri : Sebagai makhluk Allah, eksisitensi dan potensi diri.

            Kecakapan berfikir rasional : menggali informasi, mengambil keputusan, memecahkan masalah

      2.   Kecakapan sosial : bekerjasama, berkomunikasi lisan dan tertulis

      3.   Kecakapan akademik : merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variable, menghubungkan variabel, merencanakan dan melakukan penelitian

      4.   Kecakapan vokasional : keterampilan yang terkait dengan bidang pekerjan tertentu dianataranya tata boga dan tata busana

BAB IV

KALENDER PENDIDIKAN

A.  Kegiatan Pokok dan Alokasi Waktu

            Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat  pada setiap tahun pelajaran.

  1. Alokasi Waktu
No KEGIATAN JUMLAH HARI  
Semester 1 Semester 2  
1. Hari Efektif 122 138  
2. Awal Tahun Pelajaran 3 1  
3. Libur Umum (Nasional dan Minggu) 50 54  
4. Kegiatan Keagamaan (Bulan Ramadhan) 5 0  
5. Libur Khusus (Ramadhan dan Idul Fitri) 14 0  
6. Kegiatan Tengah Semester 6 6  
7. Ulangan Akhir Semester 12 12  
8. Perbaikan Nilai dan Pengisian Raport 6 6  
9. Libur Akhir Semester 12 12  
10. Ujian Nasional 4 4  
JUMLAH 230 234  
HARI DALAM SATU TAHUN 364  
     
 

 

No.

TANGGAL JENIS KEGIATAN
 

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12

SEMESTER 113– 15 Juli 2009

19 Agustus 2009

20 – 22 Agustus 2009

07 – 12 September 2009

14 – 29 September 2009

05 -10 Oktober 2009

27 November 2009

07 – 19 Desember  2009

18 Desember 2009

21 –24 Desember 2009

25 Desember 2009

26  Desember 2009

28 Des 09 – 09  Jan  10

 Hari Pertama Masuk Sekolah / MOS

Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 64

Libur awal Bulan Ramadhan

Kegiatan Keagamaan Bulan Ramadhan ( SII )

Libur Idul Fitri 1430 H

Ulangan tengah semester I

Iedul Adha 1430 H

Ulangan Akhir Semester I

Tahun Baru Hijriah 1431 H

Perbaikan Nilai Semester I

Natal

Pembagian Raport Semester I

Libur Semester 1

  Hari Belajar Efektif 122 hari
             

 

No. TANGGAL JENIS KEGIATAN
 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

SEMESTER 211 Januari 2010

09 Maret  2010

16 – 21 Maret 2010

26 Maret 2010

10 April 2010

 10 -13Mei 2010

21  Mei 2010

24 – 29 Mei 2010

09 – 19 Juni 2010

22 – 24 Juni 2010

26 Juni 2010

27 Juni – 11 Juli 2010

12 Juli 2010

 Hari Pertama Masuk Sekolah

Hari Raya Imlek

Kegiatan Tengah Semester 2

Maulid Nabi Muhammad SAW

Wafat Isa Al-Masih

UAN

Hari Raya Waisak

Perkiraan UAS

Ulangan Akhir Semester 2

Perbaikan Nilai dan Pengisian Raport

Pembagian Raport Semester 2

Libur Semester 2

Perkiraan Tahun Pelajaran 2010/2011

  Hari Belajar Efektif 138 Hari

3.  Penjabaran Petunjuk

Kalender Pendidikan SDN Baros Mandiri 5

Tahun Pelajaran 2009 – 2010

 

JULI 2009

 

HE

 

TGL

 

URAIAN KEGIATAN

 
Minggu   5 12 19 26     13-15 Awal tahun Ajaran 2008-2009  
Senin   6 13 20 27          
Selasa   7 14 21 28     20    
Rabu 1 8 15 22 29          
Kamis 2 9 16 23 30          
Jum’at 3 10 17 24 31          
Sabtu 4 11 18 25            
                     
 

AGUSTUS 2009

 

HE

 

TGL

 

URAIAN KEGIATAN

 
Minggu   2 9 16 23 30   17 Peringatan HUT RI ke 63  
Senin   3 10 17 24 31   20-23 Libur awal puasa  
Selasa   4 11 18 25          
Rabu   5 12 19 26          
Kamis   6 13 20 27          
Jum’at   7 14 21 28          
Sabtu 1 8 15 22 029          
 SEPTEMBER2009  

HE

 

TGL

 

URAIAN KEGIATAN

 
Minggu   6 13 20 27     7-12 Studi Islam Intensif  
Senin   7 14 21 28     14-29 Libur Iedul fitri  
Selasa 1 8 15 22 29     21-22 Iedul Fitri 1430 H  
Rabu 2 9 16 23 30          
Kamis 3 10 17 24            
Jum’at 4 11 18 25            
Sabtu 5 12 19 26            
                     
 

OKTOBER 2009

 

HE

 

TGL

 

URAIAN KEGIATAN

 
Minggu   4 11 18 25     5 – 10 Ulangan Tengah Semester I  
Senin   5 12 19 26          
Selasa   6 13 20 27          
Rabu   7 14 21 28          
Kamis 1 8 15 22 29          
Jum’at 2 9 16 23 30          
Sabtu 3 10 17 24 31          
                     
 

NOPEMBER 2009

 

HE

 

TGL

 

URAIAN KEGIATAN

 
Minggu 1 8 15 22 29     27 Iedul Adha 1430  
Senin 2 9 16 23 30          
Selasa 3 10 17 24            
Rabu 4 11 18 25            
Kamis 5 12 19 26            
Jum’at 6 13 20 27            
Sabtu 7 14 21 28            
                     
 

 

DESEMBER 2009

 

 

HE

 

 

TGL

 

 

URAIAN KEGIATAN

 
 
Minggu   6 13 20 27     7 – 19 Ulangan Semester I  
Senin   7 14 21 28     18 Tahun baru 1431 H  
Selasa 1 8 15 22 29     25 Natal  
Rabu 2 9 16 23 30     26 Pembagian Raport  
Kamis 3 10 17 24 31     28-31 Libur Semester I  
Jum’at 4 11 18 25            
Sabtu 5 12 19 26            
                     
JANUARI 2010 HE TGL URAIAN KEGIATAN  
Minggu   3 10 17 24 31   1 Tahun Baru 2010  
Senin   4 11 18 25     2-9 Libur Semeseter I  
Selasa   5 12 19 26     11 Masuk Sekolah Semester II  
Rabu   6 13 20 27          
Kamis   7 14 21 28          
Jum’at 1 8 15 22 29          
Sabtu 2 9 16 23 30          
                     
PEBRUARI 2010 HE TGL URAIAN KEGIATAN  
Minggu   7 14 21 28          
Senin 1 8 15 22            
Selasa 2 9 16 23            
Rabu 3 10 17 24            
Kamis 4 11 18 25            
Jum’at 5 12 19 26            
Sabtu 6 13 20 27            
                     
MARET 2010 HE TGL URAIAN KEGIATAN  
Minggu   7 14 21 28     15 – 20 Ulangan Tengah Semester II  
Senin 1 8 15 22 29          
Selasa 2 9 16 23 30          
Rabu 3 10 17 24 31          
Kamis 4 11 18 25            
Jum’at 5 12 19 26            
Sabtu 6 13 20 27            
                     
APRIL 2010 HE TGL URAIAN KEGIATAN  
Minggu   4 11 18 25     5-8 Pra Ujian Nasional  
Senin   5 12 19 26          
Selasa   6 13 20 27          
Rabu   7 14 21 28          
Kamis 1 8 15 22 29          
Jum’at 2 9 16 23 30          
Sabtu 3 10 17 24            
                     
MEI 2010 HE TGL URAIAN KEGIATAN  
Minggu   2 9 16 23 30   10 – 15 Ujian Nasional  
Senin   3 10 17 24 31   24 – 29 Ujian Sekolah SEKOLAH DASAR  
Selasa   4 11 18 25          
Rabu   5 12 19 26          
Kamis   6 13 20 27          
Jum’at   7 14 21 28          
Sabtu 1 8 15 22 29          
                     
JUNI 2010 HE TGL URAIAN KEGIATAN  
Minggu   6 13 20 27     7 – 19 Ulangan Kenaikan Kelas  
Senin   7 14 21 28     26 Kenaikan Kelas  
Selasa 1 8 15 22 29     28 – 30 Libur Semester Genap  
Rabu 2 9 16 23 30          
Kamis 3 10 17 24            
Jum’at 4 11 18 25            
Sabtu 5 12 19 26            
                     
JULI 2010 HE TGL URAIAN KEGIATAN  
Minggu   4 11 18 26     1 – 10 Libur Semester Genap  
Senin   5 12 19 27     12 Awal Tahun Ajaran 2010 – 2011  
Selasa   6 13 20 28          
Rabu   7 14 22 29          
Kamis 1 8 15 23 30          
Jum’at 2 9 16 24 31          
Sabtu 3 10 17 25            

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

  1. A.     Kesimpulan
  2. Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berisi tentang Visi, Misi dan Tujuan sekolah, struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan, dan silabus.
  3. Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun oleh tim dengan mempertimbangkan kondisi daerah, sarana prasarana, dan peserta didik.
  4. Model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan acuan untuk semua komponen sekolah dalam pengembangan dan pelaksanaan.

 

  1. B.     Saran
  2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SDN Baros Mandiri 5 harus terus dikembangkan dan disempurnakan sesuai dengan kondisi sekolah dan sarana prasarana yang ada.
  3. Semua warga sekolah harus melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini secara konsisten agar tujuan yang diharapkan bisa tercapai.

 

  1. C.     Harapan

Dengan adanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini mudah-mudahan menjadi terobosan baru dalam upaya meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar di semua tingkat satuan pendidikan khususnya di SDN Baros Mandiri 5, sehingga bisa melahirkan generasi bangsa yang berkualitas.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………………………… 1

BAB I Pendahuluan

  1. Latar Belakang …………………………………………………………………………………………… 2
  2. Tujuan Penyusunan KTSP …………………………………………………………………………… 3
  3. Prinsip Pengembangan KTSP ………………………………………………………………………. 4

BAB II

Visi, Misi, Dan Tujuan …………………………………………………………………………………….. 6

BAB III

Struktur dan muatan Kurikulum ……………………………………………………………………….. 8

BAB IV

Kalender Pendidikan ………………………………………………………………………………………. 23

BAB V

PENUTUP ……………………………….

Hello world! September 29, 2009

Posted by yo2yogaswara in Uncategorized.
1 comment so far

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.